Sometimes we hardly to study alone… we need accompany to learn something… here an article of my study…
TUGAS 1
METODE PENELITIAN PENDIDIKAN FISIKA
KESULITAN PEMBELAJARAN FISIKA SAAT DI SMA
Dzikri Rahmat Romadhon
0706432
Intern:
Pada dasarnya pembelajaran fisika yang saya alami di bangku sma (SMA Negeri 1 Anyer) cukup membantu saya untuk memahami konsep-konsep fisika terlepas dari miskonsepsi yang mungkin saja terjadi. Hal tersebut terlihat dari rata-rata nilai rapor untuk pelajaran fisika selama tiga tahun di sma yaitu 83 dengan rentang antara 75 – 90. Pembelajaran yang dilakukan di kelas mendorong saya untuk membaca ulang, mengerjakan latihan soal di rumah, dan memberikan gambaran bahwa pelajaran fisika tidak sekejam yang dibicarakan teman yang lain. Selain itu, karena adanya program penjurusan lebih dini (kelas 2) saya lebih fokus mempelajari mata pelajaran – mata pelajaran sains. Penjurusan ini menyebabkan tingkat persaingan diantara siswa semakin tinggi dan menjadikan siswa lebih giat dalam belajar.
Ada kalanya pembelajaran fisika yang dialami tidak dapat dipahami dengan baik. Pertama karena penyampaian materi di kelas lebih banyak dilakukan menggunakan metode ceramah, sedangkan isi materi yang disampaikan sudah saya baca pada malam hari sebelumnya, sehingga saya merasa bosan. Rasa bosan tersebut bukan hanya karena penyampaian materi akan tetapi isi materi yang kurang kontekstual (sesuai dengan keadaan lingkungan sekitar). Selain itu, Guru jarang melakukan praktikum (tetapi setelah saya bandingkan dengan teman-teman dari sekolah lain, ternyata telah lebih banyak melakukan praktikum). Praktikum adalah proses pembelajaran yang paling saya senangi, karena saya dapat mencoba barang-barang baru yang tidak pernah saya temukan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat mengalami (melihat, memegang, mengoperasikan) fenomena-fenomena fisika. Percobaan fisika yang masih saya ingat pernah melakukannya saat duduk di bangku sma selama tiga tahun yaitu diantaranya percobaan pembiasan cahaya, lensa, menghitung konstanta pegas, menghitung gravitasi bumi dengan bandul sederhana, percobaan melde, penurunan arus pada kapasitor, bejana riak (muka gelombang, gelombang radial, gelombang datar), azas black, rangkaian listrik (resistor, kapasitor, diode), dll. Saya bersyukur karena dapat belajar di sekolah yang memiliki laboratorium fisika yang cukup lengkap alat-alat praktikumnya.
Ekstern:
Selama belajar di sma saya mengalami pembelajaran fisika dengan dua orang guru. Guru fisika pertama mengajarkan fisika kepada saya saat kelas 1 dan 2. Guru fisika yang kedua mengajarkan di kelas 3. Dua orang guru tersebut memiliki karakteristik yang berbeda dalam mengajarkan fisika. Guru fisika pertama seperti kurang persiapan dalam menyampaikan materi, sehingga sering kami (siswa-siswi) anggap berbicara dengan papan tulis. Istilah yang kami gunakan yaitu menerangkan pada papan tulis, kemudian mengajukan pertanyaan untuk diri sendiri (guru tersebut), kemudian bingung sendiri untuk menyelesaikan soal, dan menjawab soal sendiri (guru tersebut), sedangkan siswa tidak memperhatikan karena ikut kebingungan juga. Akan tetapi guru fisika pertama ini menutupi hal tersebut dengan memberikan tugas, sehingga kami harus membaca dan memahami konsep yang sedang diajarkan. Selain itu guru tersebut mengagendakan praktikum untuk memperdalam pemahaman fisika.
Guru fisika yang kedua penuh persiapan dalam penyampaian materi dan praktikum. Kami (siswa-siswi) merasakan bahwa pembelajaran fisika mudah dipahami karena terstruktur dengan baik. Catatan pelajaran fisika yang diberikan kepada siswa runut dan lengkap, sesuai dengan kisi-kisi yang diberikan di awal semester. Siswa selalu diberi pekerjaan rumah setiap pertemuan dan selalu diperiksa dan dibahas tiap pertemuan.
Ada hal yang kurang menyenangkan jika sedang melakukan praktikum. Guru fisika ini sangat disiplin dan keras dalam artian siswa tidak bisa mencoba-coba dan mengeksplor alat-alat praktikum dengan bebas dengan alasan takut rusak dan susah menggantinya. Hal ini mengakibatkan siswa merasa tegang dan takut. Selebihnya siswa merasa senang dapat melakukan praktikum.
Guru fisika yang kedua cukup rajin dan lengkap dalam pembelajaran fisika. Selain ada segi positif ada juga yang dirasa kontra produktif terhadap proses pembelajaran yaitu tempramen guru ini cukup tinggi. Suatu hari siswa diberikan pekerjaan rumah dan dibahas di kelas saat awal pembelajaran pada pertemuan selanjutnya. Ada siswa yang tidak bisa menerangkan apa yang ia tulis di papan tulis (jawaban soal). Seketika itu guru ini mengasumsikan bahwa siswa ini mencontek dan beliau marah besar. Setelah kejadian tersebut beliau tidak masuk kelas selama 2 bulan. Hal ini sangat mengganggu proses pembelajaran.
Currently there are no comments related to "Hard to Study Alone?". You have a special honor to be the first commenter. Thanks!
Welcome to Authspot, the spot for creative writing.
Read some stories and poems, and be sure to subscribe to our feed!