Memberi dan menolong adalah satu hal yang paling diskuai orang, tetapi paling sukar dilakukan orang.
Mengapa? Kemungkinan kita akan menjawab tidak memiliki waktu, dana, tenaga, atau beribu alasan lainnya. Tetapi setelah membaca kisah inspiratif ini semoga kita akan tergugah!
Memberi dan menolong tidak mengenal usia, kedudukan, martabat yang ada hanyalah kata hati. Menolong dan memberi adalah hal yang paling disukai orang, tetapi hal yang agak sukar juga dilakukan orang. Secara jujur, siapa sih yang tidak ingin ditolong ataupun diberi?
Sebuah berita yang sangat menarik ditulis oleh seorang wartawan surat khabar Baltimore Sun, pada tanggal 5 November 2010, mengenai seorang mantan presiden Amerika Serikat, Jimmy Carter yang sudah berusia 86 pada tanggal 8 Oktober 2010 lalu, bersama istrinya Rosalynn Carter menjadi salah seorang relawan yang bergabung dengan sebuah perusahaan ‘Habitat for Humanity’, dimana mereka mengadakan program amal selama satu minggu untuk merenovasi rumah-rumah di Kota Baltimore dan Annapolis. Sang mantan presiden, negara adikuasa, Jimmy Carter setelah lengser dari jabatannya secara aktif selalu mengikuti perkembangan dan pergerakan perusahaan tersebut. ‘Habitat for Humanity’ didirikan, para relawan untuk membangun rumah-rumah tinggal yang dibutuhkan keluarga kurang mampu. Biasanya mereka mengutamakan rumah-rumah kosong yang tengah dilelang bank, kemudian merenovasinya tujuan perusahaan ini adalah merenovasi perumahan untuk memperingan pengaruh yang disebabkan krisis ekonomi yang melanda negara adi kuasa ini.
Tidak segan-segan sang mantan presiden yang banyak disukai oleh rakyatnya ini, mengenakan celana jeans membawa kantong peralatan bertukang, kemudian mengukur kayu dan menggergajinya, kemudian merenovasi rumah-rumah di McElderry Park, Kota Baltimore. Sebelumnya sang mantan presiden bersama para relawan lainnya, mereka membantu merenovasi rumah-rumah di Jalan Clay Street, Kota Annapolis. Dalam sebuah wawancara sang manta presiden yang baik hati, mengatakan, “Saya memiliki perasaan tersendiri terhadap Kota Baltimore, merasakan kebanggaan terhadap hasil yang telah dicapainya saat ini.”
Apa yang anda rasakan setelah membaca kisah yang sangat inspiratif ini?Apakah anda masih memberikan alasan untuk memberi dan menolong sesama yang yang membutuhkan?Atau anda hanya duduk berpaku tangan sambil menunjukkan rasa empati tanpa reaksi?Seorang mantan orang terkenal, mantan penguasa yang sudah tidak muda lagi, menggunakan tenaganya membantu meringankan beban orang-orang yang membutuhkan.Mari kita gunakan apa yang ada pada kita untuk membantu sesama. Karena dengan menolong dan membantu akan membuat anda lebih berbahagia, seperti ada sebuah tulisan berkata ‘lebih baik memberi daripada menerima’, tentu saja secara jujur kita senang menerima. Dengan banyak memberi kitapun akan banyak menerima.Gunakan waktu, tenaga, materi, senyum, kesempatan atau apa saja membantu orang-orang yang mebutuhkan!Semoga bermanfaat!
Jakarta, 1 Desember 2010
Currently there are no comments related to "Memberi Tidak Mengenal Usia". You have a special honor to be the first commenter. Thanks!
Welcome to Authspot, the spot for creative writing.
Read some stories and poems, and be sure to subscribe to our feed!