Andini termenung seorang diri. Di malam ini ia merasa sepi, tak ada teman yang menemani. Hanya ada nyanyian serangga malam yang mengusik sepi. Bintang-bintang berpijaran di langit tanpa ditemani bulan. Andini gelisah. Tak seperti biasanya perasaan ini menyerangnya. Tak tahu, kenapa hal ini bisa terjadi. Apakah karena peristiwa di suatu siang itu? Ataukah ada masalah dengan temannya?

SMS Saja!

Oleh Muhamad Jaeni

Andini termenung seorang diri. Di malam ini ia merasa sepi, tak ada teman yang menemani. Hanya ada nyanyian serangga malam yang mengusik sepi. Bintang-bintang berpijaran di langit tanpa ditemani bulan. Andini gelisah. Tak seperti biasanya perasaan ini menyerangnya. Tak tahu, kenapa hal ini bisa terjadi. Apakah karena peristiwa di suatu siang itu? Ataukah ada masalah dengan temannya?

Di dalam ruang persegi bernama kamar itu Andini tak bisa memejamkan mata sedikitpun. Entah apa yang sedang dipikirkannya, sehingga waktu tidurnya terganggu. Di sebuah ranjang empuk itu Andini seperti cacing kepanasan dengan tatapan mata mengarah langit-langit kamarnya.

Malam kian pekat. Jarum jam terus berputar menunjukkan angka-angka hingga melewatinya satu persatu.

“Ya Tuhan…, kenapa dada ini berdebar-debar. Kenapa aku terbayang wajahnya. Ya Tuhan… ada apa ini? Aku tak tahu harus bagaimana. Pikiranku kacau. Hatiku gundah. Cowok itu…ah firasat apa ini?” Andini bergumam sendiri di tengah malam yang larut terbawa arus waktu.

“Aku, harus bisa melupakannya. Akh… bodo amat!” Andini masih bergumam. Menafsirkan sesuatu yang sedang terjadi pada dirinya. Sehingga beberapa menit kemudian ia bertekad untuk melawan rasa itu. Dengan menyingkap kain selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Agar bayang-bayang tentang seseorang itu cepat lenyap dari pikirannya. Namun, hal itu sulit. Andini beberapa kali harus tutup, buka, tutup, buka kain selimutnya. Sampai saatnya iapun terlelap tidur dalam keadaan lelah.

Malam kain larut. Bintang-bintang masih berpijar di langit. Bulan mulai menampakkan wujudnya untuk menemani bintang yang sedari tadi menanti. Detak jarum jam terus berputar. Kali ini jarumnya enunjukan angka 2 lebih. Sebentar lagi subuh tiba dan hari akan berubah. Samar-samar nyanyian serangga mulai meredup. Ketika tahu bahwa hari mulai berganti.

* * *

Suara ramai di ruang kelas 2 IPA III, beberapa siswa hilir-mudik keluar-masuk ruangan. Di dalamnya tampak suasana begitu meriah dan hingar-bingar suara disudut ruang sampai terdengar keluar.

Andini duduk di bangku deretan kedua agak ke tembok. Ia tampak lelah dan kurang istirahat. Sesekali ia memejamkan mata untuk mencuri waktu tidurnya yang tersita. Padahal sebentar lagi jam pelajaran akan segera dimulai.

“Hei, jangan kaget!”

Seorang cewek berseragam abu-abu dengan rambut dikuncir datang dari belakang dan menepuk pundaknya. Sontak saja Andini yang sedang duduk menikmati waktu luangnya itu terkejut.

Ia mengelus dada menatap siapa cewek itu.

“Hu…Rani…!” Serunya kesal. Ketika mengetahui bahwa seseorang yang mengagetkannya itu adalah Rani. Sedang cewek yang disebut namanya itu cuma senyum-senyum saja pasang wajah polos.

0
Liked it
Comments (0)

Currently there are no comments related to "SMS Saja!". You have a special honor to be the first commenter. Thanks!

Leave a Comment

Hi there!

Hello! Welcome to Authspot, the spot for creative writing.
Read some stories and poems, and be sure to subscribe to our feed!

Find the Spot

Loading